Lagu Hanya Satu Persinggahan dari grup musik Iklim dirilis pertama kali pada tahun 1997. Lagu legendaris ini dimuat dalam album kolaborasi berjudul Wan Zul & Saleem Gabungan 2 Insan Seni.
Chord dan Lirik Lagu “Hanya Satu Persinggahan” – Iklim
[Intro]
Am G F E
[Verse 1]
Am G
Di sini kasih pernah berbunga
F E
Tiada harum tiada warna
Am G
Di sini cinta pernah membara
F E
Tanpa bahang dan tanpa apinya
[Pre-Chorus]
Dm Am
Mengapa kita harus berjumpa
E Am
Di saat hatimu telah berpunya
Dm Am
Mengapa cinta yang suci ini
E E
Harus membakar jiwa yang sepi
[Chorus]
Am Dm
Kasih… ku sangkakan panas berpanjangan
G C
Rupanya gerimis… rupanya gerimis
F Dm
Mengundang duka di hati
E E
Terlerai sudah ikatan janji
Am Dm
Mungkinkah… ini suratan takdir Illahi
G C
Kita bertemu hanya sekadar
F Dm
Hanya satu persinggahan
E Am
Menyingkap tirai kenangan
[Interlude]
Am G F E (2x)
[Verse 2]
Am G
Di sini rindu pernah berlagu
F E
Sayang sepi tanpa rentaknya
Am G
Di sini kasih menjadi debu
F E
Ditiup angin lalu semuanya
[Pre-Chorus]
Dm Am
Mengapa kita harus berjumpa
E Am
Di saat hatimu telah berpunya
Dm Am
Mengapa cinta yang suci ini
E E
Harus membakar jiwa yang sepi
[Chorus]
Am Dm
Kasih… ku sangkakan panas berpanjangan
G C
Rupanya gerimis… rupanya gerimis
F Dm
Mengundang duka di hati
E E
Terlerai sudah ikatan janji
Am Dm
Mungkinkah… ini suratan takdir Illahi
G C
Kita bertemu hanya sekadar
F Dm
Hanya satu persinggahan
E Am
Menyingkap tirai kenangan
[Outro]
Am G F E
Makna Lagu “Hanya Satu Persinggahan” – Iklim
1. Menceritakan cinta yang tidak bisa dimiliki
Lagu “Hanya Satu Persinggahan” mengisahkan seseorang yang menemukan cinta pada waktu yang tidak tepat. Perasaan itu tumbuh ketika orang yang dicintainya telah memiliki pasangan, sehingga hubungan tersebut tidak mungkin dilanjutkan.
2. Kebahagiaan yang hanya berlangsung sesaat
Lirik “Kasih… ku sangkakan panas berpanjangan, rupanya gerimis” menggambarkan harapan akan cinta yang abadi, tetapi kenyataannya kebahagiaan itu hanya berlangsung sebentar sebelum berubah menjadi kesedihan.
3. Pertemuan yang dianggap sebagai takdir
Melalui lirik “Mungkinkah ini suratan takdir Illahi”, lagu ini menyiratkan bahwa setiap pertemuan dan perpisahan merupakan bagian dari ketentuan Tuhan yang tidak selalu bisa dipahami oleh manusia.
